Malam gelap menyambut tanpa ada guratan sinar bulan.
Sepertinya sang purnama tak hadir lagi malam ini.
Mungkin matahari tak lagi mau berbagi sinarnya.
Mawar merah hampir layu dalam toples bekas.
Tak terawat tak tersentuh.
Sang hati tak kuat menahan cinta yang begitu besar.
Tak tertakar lagi.
Bertubi-tubi sesak menyesaki peparu.
Bahkan selimut pun tak terasa hangat di kulit.
Pikir tak karuan mengingat sebuah keraguan atau mungkin kebingungan.
Menjelma sosok berbayang dengan senyum yang terbawa dalam mimpi.
Bagaimana mungkin rindu begitu terasa saat hati mulai mati rasa.
Pergi saja. Menghilang. Bukankah lebih baik begitu.
Saling mencintai dan saling menyakiti dalam waktu bersamaan bagaimana bisa?
Lelah sudah sepertinya menyerah.
Aku pergi.
Jangan datang dengan setangkai mawar lagi jika kau hanya membuatnya layu ditanganku.
Sabtu, 06 Desember 2014
Denting Hati
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar